Subhanallah ... Pernyataan Panglima Sungguh Mengejutkan, Tanpa Ulama dan Santri TNI Tidak akan Bisa Jaga Negara



"Panglima TNI pertama adalah kader Muhammadiyah yaitu Jenderal Soedirman. Di awal kemerdekaan, Soedirman tidak hanya tercatat sebagai kader Muhammadiyah, tapi juga tokoh sentral TNI. Maka bagi kami, TNI adalah bagian dari Muhammadiyah dan umat Islam. Umat Islam serta Muhammadiyah juga merupakan bagian tak terpisahkan dari TNI," urai Haedar.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menerima Bintang Kehormatan Darjah Paduka Keberanian Lalila Terbilang Yang Amat Gemilang dari Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah


Dalam sambutannya, Haedar menuturkan, ada sebuah momen khusus antara Muhammadiyah dengan Gatot. Satu tahun yang lalu saat ramai isu komunisme, kata Haedar, Gatot sempat mengirimkan utusan ke PP Muhammadiyah untuk menegaskan bahwa sikap TNI sama dengan sikap Muhammadiyah.

"Saat PP Muhammadiyah bertemu Presiden Jokowi untuk membahas komunisme, Gatot merupakan orang pertama yang menyatakan dukungannya pada sikap PP Muhammadiyah," kata Haedar.

Menanggapi sambutan Haedar, Gatot menyebut kalau apa yang disampaikan Haedar benar. Jika kedatangannya ke Yogyakarta seperti pulang ke kampungnya sendiri. 

"Apa yang dikatakan Ketua benar, bahwa panglima pertama TNI itu adalah kader Muhammadiyah. Mengapa saya harus berbicara di sini, karena Muhammadiyah adalah cikal bekal perjuangan bangsa," paparnya.

Gatot melanjutkan, jika bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaannya, tidak bisa dilepaskan dari Muhammadiyah. Oleh sebab itu, tidak cukup kalau usaha menjaga kesatuan bangsa diserahkan ke TNI saja, melainkan harus didukung ulama, santri, dan para kader Muhammadiyah.

"TNI tidak bisa menjaga negara tanpa ulama, santri, dan para kader Muhammadiyah," pungkas Gatot.

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Meme 'Bulan Puasa' yang Bakal Bikin Kamu Baper Abiss!!

Gadis Ini Berani Bayar 5 Jutaan Bagi Lelaki yang Sanggup Menghamilinya, Syaratnya?

Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak tegas Pelaku Persekusi