Biografi Jefri Al Buchori (2)



Meninggal dunia

Pada tanggal 26 April 2013 Uje meninggal dunia dalam usia 40 tahun dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 2 waktu setempat. Ia menabrak pohon setelah kehilangan kendali pada sepeda motornya yakni Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ yang sedang dikendarainya.

baca juga; Ingin selingkuh? baca ini

Setelah kejadian kecelakaan itu Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun nyawanya tidak tertolong. Ustadz Jeffry dimakamkan di TPU Karet Bivak, Tengsin, Jakarta Pusat setelah sebelumnya dishalatkan di Masjid Istiqlal.

Karier
Bermula dari kegemaran Jefri menyambangi Institut Kesenian Jakarta dan mengikuti hingga menggantikan pemain sinetron yang sedang latihan, sampai akhirnya mengikuti pemilihan pemain dan mendapat peran. Ia juga menjadi penari di sebuah kelab malam.  Pada tahun 1991 Jefri mendapatkan peran pada sinetron Pendekar Halilintar di TVRI, dan pada tahun 1991 terpilih sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja Sayap Patah yang ditayangkan TVRI. 

baca juga :Fakta miris tentang Geng Motor 

Penceramah, trend busana, dan penyanyi
Karier dalam bidang bidang dakwahnya dimulai pada tahun 2000 saat menggantikan kakaknya yang menjadi imam di sebuah masjid di Singapura. Jefri diberi pekerjaan oleh kakaknya untuk memberikan khotbah di masjid-masjid dekat rumah di wilayah Pangeran Jayakarta (sebagai pengganti kakaknya). Pertama kali menerima honor dari pekerjaan mendakwah berasal dari sebuah masjid di bilangan Mangga Dua sebesar 35 ribu rupiah, Pada satu kesempatan saat menjadi imam, jamaah masjid bubar menolak dipimpin oleh "tukang mab0k". 

Pada tahun 2002 Jefri mulai dikenal orang secara luas sebagai pendakwah pada waktu ceramah dan doa dalam acara "Salam Sahur (Salsa)" di TV7, dan dikontrak untuk acara yang sama pada tahun berikutnya.  Pada tahun 2004 ia mengisi acara Tausiah di TPI dan tujuh episode acara "Kumis Remaja" setiap Minggu pagi.

Jefri sempat berpakaian gamis panjang lengkap dengan sorban, namun dia menggantinya karena berpikir bahwa segmennya remaja dan tidak cocok untuk pakaian tersebut. Jefri pun populer dengan baju koko nya dan menjadi merek dagang umum sebagai daya jual pedagang untuk mempopulerkan baju tersebut.

Pada tahun 2005 kegiatan ceramahnya mencapai tiga sampai empat kali dalam sehari dan pengajian rutin "I Like Monday" di rumahnya dengan jemaah tetap. Di tahun yang sama ia diminta memberikan ceramah di Istana Negara dimana salah satu penggemarnya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

baca juga: 4 waktu terkabulnya Doa

Di tahun 2005 Jefri meluncurkan album rohani "Lahir Kembali" yang komersial, setahun kemudian yaitu tahun 2006 ia meluncurkan album keduanya "Shalawat" dimana ia berduet dengan istrinya Pipik Dian Irawati dalam dua lagu; "Shalawat Badar" dan "Thola`al Badru".  Pada tahun 2007 Jefri juga pernah berkolaborasi dalam mini album Ungu (yang hanya berisi lima lagu) "Para Pencari-Mu" dalam lagu "Surga Hati". Pada tahun 2009 ia tampil langsung berduet pada Tabligh Akbar dan Konser Musik Religi Ungu di Cilegon, Jawa Barat yang dihadiri ribuan penonton.

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Meme 'Bulan Puasa' yang Bakal Bikin Kamu Baper Abiss!!

Gadis Ini Berani Bayar 5 Jutaan Bagi Lelaki yang Sanggup Menghamilinya, Syaratnya?

Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak tegas Pelaku Persekusi