Inilah 7 Anjuran Rasulullah Saat Kelahiran Anak (2)
4. Mencukur rambut dan bersedekah seberat potongan rambut
Sunnah lainnya yang juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW, adalah mencukur rambut serta bersedekah seberat potongan rambut bayi tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:
Dari Ja’far bin Muhammad dari Ayahnya, ia menceritakan: “Fathimah pernah menimbang rambut hasan, husain, Zainab dan Ummu Kaltsum lalu mengeluarkan sedekah perak seberat rambutnya kepada orang-orang miskin.” (HR.Malik)
Mencukur rambut bayi yang baru lahir, yang benar adalah mencukur seluruh rambut yang ada di kepala, bukan hanya sebagiannya saja. Disunnahkan setelah mencukur rambut adalah memberi wewangian dan mengusapkannya pada kepala bayi. Rambut yang dicukur tadi kemudian ditimbang dan hasilnya disetarakan dengan perak yang kemudian disedekahkan untuk fakir miskin.
5. Aqiqah
Secara bahasa, aqiqah berarti pemotongan. Aqiqah adalah salah satu sunnah Rasul, yaitu untuk memotong kambing pada hari ke tujuh dari hari lahirnya anak. Adapun jumlah kambing yang dipotong adalah dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.
Islam mensyariatkan penyembelihan aqiqah untuk bayi yang baru dilahirkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah (berupa kelahiran bayi). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Setiap anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya, (sampai) disembelihkan (aqiqah) itu untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR.Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i, dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Al-Albany).
6. Khitan dan tindik telinga
Sunnah lainnya dari Rasulullah SAW, adalah mengkhitan anak laki-laki maupun perempuan. Sementara tindik telinga hanya untuk anak perempuan sebagai kepentingan untuk perhiasan.
7. Mendoakan Bayi
Hendaknya orang tua mendoakan untuk kebaikan bagi bayi yang baru lahir. Bukan hanya orang tua, bahkan orang lain turut mendoakan ketika mendengar berita kelahiran bayi.
Dari Abu Musa Ra, beliau mengatakan,
“Ketika anakku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi saw. Beliau memberi nama bayiku, Ibrahim dan men-tahnik dengan kurma lalu mendoakannya dengan keberkahan. Kemudian beliau kembalikan kepadaku. (HR. Bukhari 5467 dan Muslim 2145).
Hal yang sama juga dilakukan oleh Rasulullah saw kepada putra Asma bintu Abu Bakr, yang bernama Abdullah bin Zubair. Sesampainya Asma hijrah di Madinah, beliau melahirkan putranya, Abdullah bin Zubair. Bayi ini dibawa ke hadapan Nabi saw. Asma mengatakan:
“... Kemudian Nabi saw minta kurma, lalu beliau mengunyahnya dan meletakkannya di mulut si bayi. Makanan pertama yang masuk ke perut si bayi adalah ludah Rasulullah saw, kemudian beliau mendoakannya dan dan memohon keberkahan untuknya” (HR. Bukhari 3909).
Penting bagi orang tua untuk menyiapkan segala sesuatunya, agar bisa memberikan hak anak atas sunnah-sunnah dari Rasulullah SAW tersebut.


Comments
Post a Comment