Inilah 7 Anjuran Rasulullah Saat Kelahiran Anak (1)

Anak adalah karunia Allah SWT yang tiada terhingga bagi semua keluarga. Keberadaannya sangat dinantikan, karena akan menjadi penerus sejarah manusia, dan menjadi salah satu penguat ikatan berumah tangga. Banyak pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak sangat berharap agar segera mendapatkannya. Hal ini menunjukkan demikian penting kehadiran anak bagi semua umat manusia.

Penting bagi setiap orang tua, untuk mengetahui apa-apa yang menjadi kewajibannya kepada anaknya, dan juga tentang apa yang menjadi hak anak yang mesti dipenuhi oleh orang tua.

baca juga : Mau selingkuh?

Rasulullah SAW mewasiatkan banyak hal dalam memperlakukan serta mendidik anak semenjak ia lahir ke dunia. Adapun wasiat-wasiat Rasulullah SAW tentang hak dan kewajiban orang tua pada anaknya ini terangkum dalam sunnah-sunnah.
1. Memperdengarkan Adzan dan Iqamah pada kedua telinga anak yang baru lahir

Memperdengarkan adzan serta iqamah saat baru lahir, adalah salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW melalui haditsnya:

“Barangsiapa yang melahirkan seorang anak, lalu mengumandangkan adzan pada telinga kirinya, maka dia tidak akan dicelakakan oleh Ummu Shibyan.” (HR.Ibnu Sinni)

Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah dalam kitab fiqh wanitanya menjelaskan ummu shibyan adalah salah satu pengikut jin.

Sang ayah harus segera mengazani di telinga kanan, dan mengiqamahkan di telinga kiri pada anaknya yang baru lahir. Pemberian adzan dan iqamah baru lahir ini salah satu tujuannya agar kalimat yang pertama kali didengar sang bayi adalah kalimat thayyibah dan dijauhkan dari segala gangguan setan yang terkutuk.

2. Men-Tahnik bayi yang baru lahir dengan kurma

Tahnik adalah sebuah proses yang dilakukan dengan mengunyah kurma sampai hancur, lalu mulut bayi dibuka, dan kurma yang telah dikunyah tadi diletakkan di langit-langit bayi. Jika kurma sulit untuk didapat, boleh diganti dengan sari kurma yang sudah jadi atau madu.

Tahnik dapat dilakukan lansung oleh orang tua si bayi atau para ulama setempat. Tuntunan untuk bertahnik salah satunya adalah dari hadits riwayat Al–Bukhari yang berbunyi:

Dari Abi Musa, ia berkata: “Anakku telah lahir lalu aku membawanya kepada Rasulllah. Kemudian beliau menamakannya Ibrahim dan mentahnik mulutnya dengan sebutir kurma, lalu mendoakannya agar mendapat barakah, kemudian mengembalikannya kepadaku..”

3. Memberikan nama terbaik untuk anak
Nama adalah doa, serta akan menjadi identitas bagi si anak hingga ia dewasa kelak. Maka disinilah pentingnya memberikan nama terbaik bagi anak. Memberikan nama kepada anak dengan memperhatikan makna dari nama tersebut, tidak hanya sekedar memberi nama yang kelihatan bagus, apalagi memberikan nama pada anak dengan alasan ikut-ikutan.

Nama-nama yang dianjurkan adalah nama-nama malaikat, nama para nabi, serta nama-nama lain yang memiliki kandungan makna yang bagus.

Dari Abu Dawud, dengan isnad yang shahih dari Abu Darda’, ia berkata bahwa Rasululullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan menggunakan nama-nama kalian dan dengan nama-nama bapak kalian, maka baguskanlah nama-nama kalian.”

4. Mencukur rambut dan bersedekah seberat potongan rambut  baca selanjutnya...

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Meme 'Bulan Puasa' yang Bakal Bikin Kamu Baper Abiss!!

Gadis Ini Berani Bayar 5 Jutaan Bagi Lelaki yang Sanggup Menghamilinya, Syaratnya?

Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak tegas Pelaku Persekusi